Peran Maksima Asta Jaya sebagai Eksportir Kopra Putih Terbaik Indonesia

Peran Maksima Asta Jaya sebagai Eksportir Kopra Putih Terbaik Indonesia

Kopra merupakan daging buah kelapa kering yang tidak terlepas dari tempurungnya. Kopra sendiri mempunyai nilai yang sangat berharga karena dapat dijadikan minyak kelapa. Kebutuhan negara-negara Barat akan minyak kelapa meningkatkan angka ekspor kopra putih negara-negara Asia dan Polinesia. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara di Asia yang menjadi eksportir kopra tertinggi mengingat pohon kelapa tumbuh paling subur di dataran rendah yang dekat dengan laut.

Awal Mula Nilai Kopra

Peran Maksima Asta Jaya sebagai Eksportir Kopra Putih Terbaik Indonesia

Ketenaran kopra di Eropa berawal dari tahun 1860an. Saat itu kopra dikenalkan sebagai sumber lemak yang bisa dikonsumsi karena kurangnya sumber lemak untuk nutrisi sehari-hari. Pada awal abad 20, kopra pun mulai dikenal di Amerika.

Eropa Barat kini juga telah mengimpor kopra sebesar setengah juta ton pertahunnya. Eropa Barat kini juga telah mengimpor kopra sebesar setengah juta ton pertahunnya. Ekspor kopra putih untuk Eropa Barat mayoritas berasal dari Filipina dan Kepulauan Pasifik, namun Indonesia juga tidak terlepas menjadi salah satunya.

Di Indonesia, kelapa yang tumbuh secara alami menjadi sumber kopra terbesar. Meskipun begitu, tak sedikit pula pohon kelapa yang kini dibudidayakan demi tujuan komersil impor ekspor kopra putih.

Kopra dibuat dengan cara memisahkan kulit buah kelapanya yang tebal dari inti buah yang terlindung oleh tempurung secara manual maupun dengan mesin. Setelah tempurung terpisah dari kulitnya, tempurung kelapa kemudian dibelah menjadi 2 bagian dengan pisau sehingga daging kelapanya yang mengandung 50% air dan 30-40% minyak bisa terbuka. Kurang lebih 30 buah kelapa dapat menghasilkan sekitar 4.5kg daging kopra.

Mengeringkan kelapa yang telah dibelah menjadi dua tersebut dilakukan dengan cara menjemurnya di bawah terik panas matahari. Penggunaan terik matahari merupakan cara yang dilakukan untuk mengeringkan kelapa sejak dulu.

Namun, cara tersebut masih tetap dilakukan oleh banyak produsen kopra, Maksima Asta Jaya salah satunya. Hal ini karena mengeringkan kelapa menggunakan terik matahari dapat menghasilkan kopra dengan kualitas terbaik dibandingkan dengan cara yang lain.

Meskipun unggul, cara tersebut juga mempunyai kekurangan yakni memakan waktu yang cukup lama dan kebergantungan terhadap terik matahari. Sebagai alternatifnya dikembangkan cara lain yang lebih cepat meski jika dibandingkan dengan cara pengeringan matahari, kualitas kopra yang dihasilkan tidak sepadan.

Cara alternatif lain yang paling banyak dilakukan di Indonesia adalah dengan mesin oven. Penggunaan oven menjadi satu-satu cara yang bisa ditempuh saat musim penghujan telah tiba. Cuaca yang senantiasa mendung dan turunnya hujan membuat kelapa tak kunjung kering bahkan menjadi lembab.

Kendala Sebagai Eksportir Kopra di Musim Penghujan

Peran Maksima Asta Jaya sebagai Eksportir Kopra Putih Terbaik Indonesia

Sebagai produsen kopra yang ingin ekspor kopra putih miliknya berkualitas terbaik, Maksima Asta Jaya mengandalkan terik matahari sebagai metode untuk mengeringkan kopra. Sehingga tidak heran jika produksi kopra semakin jaya saat cuaca semakin panas. Keuntungan biasanya menjadi berkali-kali lipat ketika musim kemarau tiba. Namun, seperti yang telah disinggung sebelumnya, produksi kopra yang mengandalkan terik matahari juga memiliki resiko tersendiri, terutama disaat musim penghujan.

Ditambah lagi dengan proses pengumpulan buah kelapa yang tidak bisa dibilang mudah. Perkebunan kelapa yang khusus diperuntukkan sebagai sumber bahan dasar kopra sulit ditemukan di Indonesia. Mayoritas produsen kopra harus mengepul buah kelapa dari perkebunan-perkebunan pribadi masyarakat. Sehingga sulit halnya untuk mengontrol kuantitas buah kelapa yang masuk tanpa adanya kesepakatan sebelumnya.

Musim penghujan menjadi tantangan tahunan untuk ekspor kopra putih. Terlebih lagi karena cuaca yang tidak mendukung, kualitas kopra pun tidak maksimal.

Kendati semua kendala yang ada, Maksima Asta Jaya sebagai eksportir kopra profesional selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan pembeli akan kopra dengan jaminan kualitas.

Strategi Pemasaran sebagai Eksportir Kopra Putih

Menjadi produsen sekaligus eksportir kopra bukanlah sesuatu yang mudah dilaksanakan. Hal ini karena semua harus dikerjakan sendiri, mulai dari mengepul buah kelapa, memproduksi kopra, hingga menjualnya Ditambah lagi jika penjualan tersebut ditargetkan untuk ekspor, maka beberapa strategi khusus harus dilakukan.

  1. Agar tidak tertinggal perkembangan kopra putih dalam pasar internasional, maka eksportir dianjurkan untuk aktif menguti berbagai pelatihan yang diadakan oleh lembaga-lembaga dalam maupun luar negeri. Dalam pelatihan tersebut eksportir bisa mendapatkan informasi bermanfaat seputar kopra. Misalnya saja untuk meningkatkan kualitas produk seperti pelatihan yang diadakan oleh Departemen Pertanian RI yang langsung bekerja sama dengan lembaga negara luar.
  1. Hal kedua yang harus dilakukan adalah mengikuti pameran produk pangan internasional. Melalui pameran seperti itu, eksportir akan mendapatkan banyak sekali manfaat. Pastisipasi dalam pameran tersebut dapat dijadikan ajang promosi produk kopra sehingga memperbesar kesempatan untuk dapat bertemu langsung dengan pembeli dari luar negeri. Eksportir pun berkesempatan untuk mendapatkan pembeli baru. Selain soal pembeli, pameran juga bisa dijadikan kesempatan untuk mempelajari produk-produk unggulan yang paling banyak menarik minat dalam pasar internasiona. Eksportir pun bisa mengamati produk-produk yang ditawarkan oleh kompetitor, sehingga dapat dijadikan referensi untuk mengembangkan produk lebih baik lagi.
  2. Ekspor kopra putih agar tetap sukses harus dibarengi dengan informasi terbaru mengenai peraturan dan situasi pasar internasional. Informasi tersebut bisa didapatkan melalui berbagai media dan ikatan/asosiasi perdagangan yang berkecimpung dalam dunia kopra dan juga olahannya.
  3. Setelah memaksimalkan upaya menjadi eksportir yang berkualitas dan sesuai dengan permintaan pasar, saatnya eksportir untuk menyediakan media untuk mempermudah kontak pembeli. Karena perbedaan negara yang sedikit menyulitkan komunikasi, maka media paling sesuai adalah website. Dengan website, eksportir mempunyai penjelasan bisnisnya yang dapat diakses oleh pembeli kapan saja. Informasi yang harus tercantum dalam website minimal berupa alamat perusahaan, nomor telepon, fax, e-mail, dan contact person.

Namun, akan lebih baik lagi jika informasi-informasi tersebu disertai dengan produk yang ditawarkan oleh eksportir. Contohnya macam-macam olahan kopra, komposisi produk, dan gambar produk. Semuanya tentu harus diberi cantuman penjelasan sehingga mempermudah pembeli potensial untuk mengenal eksportir sebelum berkomitmen untuk melakukan transaksi.

Selain strategi yang berkutat mengenai pemasaran harus dilakukan demi ekspor kopra putih yang baik, etika dalam berbisnis pun harus dijunjung tinggi. Perbedaaan nilai dan budaya antar negara bisa menjadi penghambat. Karakteristik pembeli dari tiap-tiap asal negaranya juga bisa berbeda-beda dari satu dengan yang lain. Alangkah baiknya jika eksportir mencari referensi terlebih dahulu agar bisa menjalin hubungan bisnis yang baik.

Baca Juga : Harga Kopra Putih Jawa Timur dan Seluruh Indonesia

Selalu terupdate dengan informasi terbaru mengenai seluk beluk industri penting bagi keberlangsungan bisnis. Meningkatnya angka ekspor kopra putih sendiri juga berkat kepopuleran tren “kembali ke alam” yang digemari oleh konsumen luar. Sehingga banyak produk yang mulanya menggunakan bahan kimia kini menggunakan bahan alamai dari alam, kopra salah satunya. Produk yang dimaksud pun juga tidak terbatas pada olahan makanan saja. Namun juga kosmetik contohnya saja produk turunan kopra berupa VCO atau virgin coconut oil.